Sudah hampir SATU BULAN IHSG relly dari posisi 4.000 ke 4.700 berarti sudah naik 700 point atau naik 17 % mendekati 20 %. kenaikan 20% untuk IHSG sangat lah fantastis mengingat kenaikan tersebut di tempuh dalam waktu 4 minggu. tentu saja saham yang memimpin kenaikan tinggi lagi lagi adalah saham papan atas, sepert Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Indocment, SemeIndonesia, Unilever, Pakuwon Jati, Alam Sutera. rata rata mencapai kenaikan di atas 30 % dalam kurun waktu satu bulan. Kenaikan di pimpin oleh sektor industri dasar dan properti.
Sedangkan nasib saham lapis kedua selalu tertinggal, bahkan tidak mencicipi kenaikan relly IHSG. Memang kasin sekali nasib saham second linier, di saat IHSG koreksi saham lapis dua ikut terkoreksi, di saat IHSG relly saham lapis kedua tidak ikut relly. lalu kapan naiknya saham lapis kedua ini ?
Nah..di antara saham lapis kedua yang menarik adalah saham Garuda Indonesia.
Dimana saham ini paling tertinggal dan masih di bawah Moving Average 60 hari itu artinya saham ini tertinggal jika di banding dengan saham lain yang rata rata sudah di atas MA 60.
Kalo di lihat dari grafik , tampak saham ini sudah mulai akan lepas landas. beberapa kali garis pertahanan MA 60 mencoba di tembus namun selalu tidak berhasil. Nah..posisi saat ini harga saham Garuda sudah di bibir MA 60, itu artinya jika saham ini Break Out dari MA 60 maka kemungkinan target 400 akan tercapai. kita lihat saja besok seperti apa ??
Sebelumnya saham ini selalu tertunda kenaikannya karena ada gangguan kabut asap di RIAU, jelas kabut asap riau ikut menekan pendapatan Garuda. faktor ini yang membuat SAHAM Garuda sulit terbang.
Berita baiknya ternyata anak perusahaan Citilink mencatat pertumbuhan laba sebesar 190 %. dan kenaikan penumpang sampai kuartal 3 ini mencapai 28 %.
kalo aku lihat di bawah pemimpin yang baru nampak Garuda sedang melakukan efisensi yang sangat ketat,
Aku sendiri melihat bisnis penerbangan yang di percaya oleh masyarakat jelas Garuda indonesia di banding maskapai lain.
Nah ini dia grafiknya...

