Kamis, 24 Desember 2015

Perhatikan saham Defensif AISA

Saham defensif bisa di artikan saham yang kebal terhadap fluktuasi harga yang tajam meskipun indeks harga saham gabungan mengalami tekanan.

Saham defensif biasanya merupakan saham MAPAN. contoh saham Mapan : Telkom, Jasa Marga, Indofood, Unilever, Kalbe Farma, Bank Rakyat Indonensia, Semen Gresik, Indocement, Kenapa saham ini sangat sulit sekali turun dalam,  bahkan secara jangka panjangg saham ini terus mengalami pertumbuhan ? karena perusahaan tersebut produknya tidak jauh jauh dari kebutuhan manusia sehari hari. hampir setiap aktivitas kehidupan manusia sekarang ini tidak lepas dari kebutuhan dari produk perusahan tersebut di atas.

ada saham menarik AISA atau Tiga Pilar Sejahtera biasa di kenal TPS Food, saham ini tergolong Defensif karena perusahaan memproduksi makanan dan sebagain besar produknya di terima pasar,
ini dia produk dari perusahaan TPS Food



 Nah ini dia profil potongan laporan keuangan AISA kuartal 3 2015



Nah ini dia Grafiknya



Jadi terlihat Support AISA di 900 - 1000 merupakan level pembelian terbaik


Garuda Masih konsolidasi di Lembah

Rabu kemarin adalah hari penutupan akhir pekan karena hari Kamis,Jumat, libur nasional. Kemarin saham Garuda Indonesia di tutup dalam dua hari berwarna merah, jadi resistence kemarin di 324 TIDAK BERHASIL DI TEMBUS dengan demikian Garuda akan kembali bergerak di rentang 285 - 305



Selasa, 22 Desember 2015

Akankah Garuda Indonesia Terbang setelah dua bulan Mendekam di lembah ??

Kemarin saham Garuda Indonesia sangat aktip sekali dengan transaksi di atas 24 milyard. saham ini masih tertinggal di banding yang lain padahal sentimen positp banyak mewarnai saham ini namun pegerakaannya selama dua bulan ini masih tertinggal.

Kemarin ada kabar positip bagi industri penerbangan dengan pake kebijakan JOKOWI VIII yang memperingan industri penerbangan dalam belanja bahan impor.

Hari ini merupakan level penentuan kembali apakah Garuda Indonesia Bisa terbang di atas harga 324 yang merupakan resistence minor, jika bisa bertahan maka layak saham ini bisa di jadikan saham Up Trend


Jumat, 06 November 2015

PT. Matahari Putra Prima, MPPA

Apa yang bisa di katakan dengan emiten Group Lippo Ini.
Gambar yang terlihat MPPA membentuk pola  Head And Shoulder. Jika menembus atau melewati Leher maka bisa Berlanjut. naiknya. Saham ini terkenal dengan kenaikan berkarakter tinggi.

Bersabar di Pola Triangle Garuda Indonesia

Garuda Indonesia masih maju mundur di bawah, dengan candle bulanan membentuk Doji. Menunggu konfirmasi Garuda Indonesia Break Out dari Garis segitiganya.

Rabu, 28 Oktober 2015

Apakah Garuda Indonesia SUDAH siap Terbang ??


Sudah hampir SATU BULAN  IHSG relly dari posisi 4.000 ke 4.700 berarti sudah naik 700 point atau naik 17 % mendekati 20 %. kenaikan 20% untuk IHSG sangat lah fantastis mengingat kenaikan tersebut di tempuh dalam waktu 4 minggu. tentu saja saham yang memimpin kenaikan tinggi lagi lagi adalah saham papan atas, sepert Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Indocment, SemeIndonesia, Unilever, Pakuwon Jati, Alam Sutera. rata rata mencapai kenaikan di atas 30 % dalam kurun waktu satu bulan. Kenaikan di pimpin oleh sektor industri dasar dan properti.

Sedangkan nasib saham lapis kedua selalu tertinggal, bahkan tidak mencicipi kenaikan relly IHSG. Memang kasin sekali nasib saham second linier, di saat IHSG koreksi saham lapis dua ikut terkoreksi, di saat IHSG relly saham lapis kedua tidak ikut relly. lalu kapan naiknya saham lapis kedua ini ?

Nah..di antara saham lapis kedua yang menarik adalah saham Garuda Indonesia.

Dimana saham ini paling tertinggal dan masih di bawah Moving Average 60 hari itu artinya saham ini tertinggal jika di banding dengan saham lain yang rata rata sudah di atas MA 60.

Kalo di lihat dari grafik , tampak saham ini sudah mulai akan lepas landas. beberapa kali garis pertahanan MA 60 mencoba di tembus namun selalu tidak berhasil. Nah..posisi saat ini harga saham Garuda sudah di bibir MA 60, itu artinya jika saham ini Break Out dari MA 60 maka kemungkinan target 400 akan tercapai. kita lihat saja besok seperti apa ??

Sebelumnya saham ini selalu tertunda kenaikannya karena ada gangguan kabut asap di RIAU, jelas kabut asap riau ikut menekan pendapatan Garuda. faktor ini yang membuat SAHAM Garuda sulit terbang.

Berita baiknya ternyata anak perusahaan Citilink mencatat pertumbuhan laba sebesar 190 %. dan kenaikan penumpang sampai kuartal 3 ini mencapai 28 %.

kalo aku lihat di bawah pemimpin yang baru nampak Garuda sedang melakukan efisensi yang sangat ketat, 

Aku sendiri melihat bisnis penerbangan yang di percaya oleh masyarakat jelas Garuda indonesia di banding maskapai lain.

Nah ini dia grafiknya...

Selasa, 08 September 2015

Mengenal Trend

Kumpulan penutupan harga dari hari ke hari membentuk sebuah Trend. Nah Trend ini di bagi menjadi Tiga, ada Trend Naik , Trend Turun, Trend Mendatar. INi sudah di pastikan setiap pergerakan harga atau Variabel yang sifatnya berubah ubah APABILA di tarik garis panjang PASTI membentuk sebuah Trend. Ya..memang pergerakan sebuah harga atau variabel bergerak secara acak atau random,.TAPI jika di perhatikan secara seksama akan terlihat bahwa kumpulan pergerakan harga membentuk TREND Pola tertentu. Kenapa hal ini bisa terjadi ?

Dalam pasar, menganut hukum PERMINTAAN dan PENAWARAN. Jika kita secara telaten mengumpulkan data data maka akan terlihat kemana arah pergerakan variabel, Ke bawah ? ke Atas ? atau Mendatar ? Sebetulnya tidak perlu jauh jauh ke pasar, apabila kita memanajemen pengeluaran rumah tangga maka jika kita ingin melihat PERKEMBANGAN jumlah pengeluaran selama 10 tahun ke belakang misalnya, maka jika jumlah pengeluaran yang keluar setiap tahun di data dengan baik dan kemudian di tampilkan secara grafik atau menggunakan balok angka ( histogram ) maka PASTI akan terlihat kira kira TREND pengeluaran biaya selama 10 tahun belakangan ini sedang meningkat ? menurun ? atau mendatar ? begitu juga dengan pendapatan yang kita terima setiap bulan, bisa kita lihat trend nya selama 10 tahun ke belakang. Nah karena sifat jumlah Penerimaan dan pengeluaran biaya berubah rubah setiap bulan maka PENTING sekali bagi kalangan WIRAUSAHA ( ingat wirausaha mempunyai pendapatan yang berubah rubah setiap bulan BEDA dengan mereka yang berpenghasilan tetap ) mempunyai data data pengeluaran dan biaya masa lalu. istilah kerennya LAPORAN KEUANGAN.

Jadi intinya adalah kalangan Bisnis atau wirausaha tidak lepas dari apa yang namanya kegiatan pelaporan keuangan setiap bulan. Kenapa ini di lakukan ? untuk mengukur KINERJA usahanya apakah terjadi Penurunan atau kenaikan ?  sehingga dapat di lakukan ANTISIPASI atau pengendalian Biaya.

Nah kembali ke sifat Trend, Trend Naik mempunyai ciri pasti bahwa HARGA atau variabel SELALU mencatat kenaikan yang LEBIH TINGGI DARI KEMARIN. Sebaliknya Trend TURUN SELALU mencatat LEBIH RENDAH DARI KEMARIN, dan mendatar SELALU mencatat KURANG LEBIH SAMA DARI KEMARIN.

Nah ini yang penting...karena kita ingin melihat sebuah trend maka berarti kita perlu membiarkan waktu berjalan sedikit lama hanya untuk melihat sebuah trend itu terjadi, itu artinya kita PERLU BERDIAM DIRI SEJENAK BEBERAPA LAMA HANYA UNTUK MELIHAT KEMANA ARAH PERGERAKAN HARGA .


Senin, 07 September 2015

PGAS BreakDown menuju 2.000

Perusahaan Gas Negara ( PGAS )  breakdown di pagi hari Senin , Berarti Pgas menuju ke 2.000 sebagai Support Kuat.

Saham ELNUSA MENCATAT KENAIKAN 65 % DALAM 8 hari....

Tinggalkan Perusahaan Gas Negara dan tunggu di 2.000 an. Saham ini menjelma menjadi saham dengan Strong Trend Bearish..hati hati..





Kamis, 03 September 2015

Perusahaan Gas Negara ( PGN )

Kemarin saham Elnusa di tutup naik 6 % setelah pagi hari pembukaan melemah 3% lalu berhasil menguat. berarti selama 4 hari berturut turut saham Elnusa sudah MENGUAT 40 %, begitulah saham hanya 4 hari kenaikan sudah mencapai 40 %.

kemarin saham Perusahaan Gas Negara kode saham PGAS menunjukan arah kenaikan, sebetulnya sudah dua hari ini saham Pgas sudah ada gejala naik, dan kemarin kenaikan tertinggi 4 % kemudian melemah dan tutup hanya naik 3 %. kalo melihat dari tiga candle tiga hari ke belakang, saham ini menunjukan arah mendatar di dasar. tapi ini justru kesempatan untuk membeli karena penurunan sudah mulai terbatas, dan di antara saham lainnya saham PGAS adalah yang paling tertinggal.

Saham ini sangat Liwkid jadi kalo untuk kenaikan tinggi agak berat, karena pemain di saham ini kelas institusi kelola keuangan besar, paling banter naik dalam satu hari 8 - 10 %.

Tapi saham ini layak di perhatikan...!!!!


Rabu, 02 September 2015

IHSG balik arah kembali ke fase Downtrend , KURS DOLLAR BERPOTENSI ke Rp. 15.000, HATI HATI...!!!!!


Perhatikan bentuk grafik USD terhadap Rupiah dari tahun 2008 membentuk pola yang unik ( Cup And Handle ) karakter pola ini jika Break out atap CUP kenaikan terus berlanjut sampai menuju puncak di atas, nah puncak nya itu ada di Rp. 15 000, yang merupakan ATAP TERDEKAT.

Perdagangan kemarin Elnusa ( ELSA ) ditutup naik 3 % tertinggi naik di 8 % dan Medco naik
tertinggi 8 % dan akhirnya di tutup hanya naik 5 %. harga Oil semalam turun dalam 10 % ke posisi 40. wajar saja harga Oil turun karena tiga hari berturut turut naik 27 %. Oil memang masih fase Bearish namun harga di 35 - 40 adalah harga si SUPPORT kuat. Sementara tutup dulu dan lupakan sejenak saham saham yang berhubungan dengan Oil, karena Elnusa sudah naik 34 % selama 4 hari berturut turut, dan Medco hanya baru naik 5 % di hari pertama kenaikan kemarin.

Ada yang harus di waspadai untuk tidak menaroh  saham terlebih dahulu ( khusus bagi TRADER ), karena melihat arah IHSG yang cenderung ke bawah lagi menuju SUpport 4.100, di tambah lagi kondisi market regional dan global yang merah dengan rata rata turun di atas 2 %. Penurunan indeks gabungan di suatu negara di atas 2% menunjukan bahwa ada kekhawatiran yang kuat. dan buat TRADER tentu agar lebih berhati hati, jangan membeli saham terlebih dahulu karena alam yang tidak kondosip, lebih baik memegang Cash dulu.

Perlu di perhatikan buat investor dan pelaku perdagangan dan mungkin juga masyarakat, bahwa kalo di lihat dari grafik kurs mata uang dollar terhadap rupiah, menunjukan dollar sedang berada pada fase trend Bullish KUAT. Itu artinya bahwa usd terhadap rupiah bisa sampai ke 15. 000, ..!!!!!!!
Level tersebut sangat mungkin mudah terjadi, melihat kekuatan TRend USD-IDR.
Ingat ..Resistence USD - IDR ada di Rp.15.000, dan biasanya level tersebut SANGAT MUNGKIN DI SENTUH. jadi hindari saham saham yang berbasis bahan baku dollar sebaiknya perhatikan perusahaan yang di untungkan dari kenaikan dollar seperti SRIL dan DSFI.




Selasa, 01 September 2015

OIL kembali rebound 5 % di posisi 48 usd per barel, tetap cermati saham minyak dan gas

Elnusa dan Medco Energi

                                                 

Perdagangan kemarin Elnusa di tutup naik 6 % di posisi 291 berarti sudah 24 % mencatat kenaikan selama tiga hari berturut turut. Namun ada yang menarik di pasar, ketika harga minyak dunia naik, maka tentunya saham saham yang berhubungan dengan minyak dan gas akan ikut terseret naik. tapi ada yang beda dengan Medco Energi, perusahaan milik Arifin Panigoro ini justru terus di tekan selama 11 hari ke belakang. bayangkan dari posisi 2.400 sekarang harga Medco di 1240. itu artinya selama 11 hari Medco mencatat penurunan sebesar 48 %, sedikit lagi ke 50 %.

Apa yang menyebabkan harga saham Medco turun ?
lagi lagi seiring dengan keluarnya laporan keuangan perusahaan yang justru mencatat kerugian,. jelas ini ada hubungannya dengan harga minyak dunia yang turun drastis selama satu tahun terakhir dari posisi 105 usd per barel bulan Juni 2014 yang bertengger di 105 sekarang di level 40 an.

Adakah peluang di saham Medco, ?
kalo melihat grafik, saham ini benar benar berada di area Bearish kuat. sehingga sangat hati hati untuk membeli saham ini. Namun buat Trader tentu saja ada peluang yang bisa di tangkap di sana. ingat.. peluang bagi trader adalah MEMANFAATKAN adanya TEKNIKAL REBOUND. jangan serakah dan tetap di siplin membatasi kerugian jika pasar tidak sesuai harapan. Prinsip kerja Trader adalah Resiko Minim, Potensi Reward Besar, jadi harus perbandingan 1 : 3. Nah kira kira Medco ini sudah masuk antara resiko minim potensi reward besar.

Apa yang membuat harga bisa naik ?
1. Adanya sentimen positip. Ketika harga minyak dunia sudah menunjukan rebound selama 3 hari justru saham Medco terus di tekan, ini memberikan pesan kepada investor bahwa " ada kesalahan pasar " . ingat teori pasar, harga mencerminkan segalanya TAPI pasar tidak pernah bisa tepat memvaluasi nilai perusahaan. ini ibarat orang yang berpenumpang di Angkot ketika di minta berhenti , maka seringnya malah kelewatan. kira kira begitulah yang terjadi di pasar. Kenapa ini bisa terjadi ? karena ada sifat alamiah dasar manusia yang Serakah, takut, Pesimis, Ingat..kerakusan, ketamakan, Ketakutan manusia TIDAK BISA di ukur.

2. Kabar baiknya lagi konon Medco akan melakukan Buyback ( pembelian kembali saham oleh perusahaan ), di mana mana juga kabar buyback oleh emiten akan menjadi sentimen positip buat saham.

Nah..ini yang penting..kenapa MEdc perlu di cermati, ? ternyata dari grafik, harga saham Medc sudah menyentuh di posisi ketika tahun 2003..berarti Medc berada di SUPPORT KUAT. Ingat mesikpun terbilang murah secara psikologis, tetap harus perhatikan trend Besarnya. dan di dalam Trend Besar ada Trend kecil yang bisa di manfaatkan trader  mengambil peluang.

kita lihat perdagangan Medco mengawali bulan september 2015, kemarin Medco di tekan 10 % persis menjelang penutupan.







Sabtu, 29 Agustus 2015

Harga minyak dunia Rebound , bagaimana hubungan dengan saham Elnusa ?

Seminggu kemarin banyak saham saham papan atas ( Bluechip ) naik rata rata hampir 20 % dalam dua hari. Semen Gresik, Indocement, Unilever, AdhiKarya, BNI 46, BTN, Pakuwon Jati, Telkom, Indofood, dan masih banyak lagi. Seperti biasa saat ada pembalikan arah, saham yang mengawali naik terlebih dahulu adalah saham saham favorit kelolaan perusahaan investasi, atau dana pensiun. Saham lapis dua masih tertinggal di antaranya Semen Batu Raja, padahal dua saham sejenis sudah naik tinggi namun SMBR tetap di tekan seolah jangan naik dulu, ntar aja, :-)

Nah yang menarik adalah saham Elnusa,  saham ini baru rebound di hari kedua. ketika indeks gabungan terjadi pembalikan arah itu juga hanya naik 4 %. Esoknya saham ini naik mendekati autorejection 24 % . dan kemudian sore hari di tutup hanya naik 8 %. Nah kenapa saham Elnusa naik ??
1. Saham ini memang sudah terpental jauh ke jurang, alias sudah turun banyak, jadi wajar jika ada teknikal rebound. Saham ini mulai menunjukan downtrend ketika perusaaan melaporkan bahwa laba semester satu justru turun 25 %. berita itu mengecewakan investor dan akibatnya saham Elnusa di ganjar turun 57 % dari posisi tertinggi di bulan Mei. jadi hanya dalam kurun waktu tiga bulan saham ini telah turun sebesar 57 %.

2. Faktor kedua adalah Naiknya harga minyak dunia hari itu 10 % dari 38 ke 42. Nah kita tengok sejarah  turunnya harga minyak dunia yang mendekati dasar ke 38, per dolar, ingat harga 33 dolar adalah harga terendah bulan Januari di tahun 2009. dan ingat pula, saat itu harga minyak dunia turun tajam dari harga tertingginya di 147 ( bulan Juni 2008)  dolar menukik ke bawah sampai 33 dolar ( Januari 2009 ), berarti hanya dalam 4 bulan harga minyak dunia turun 77 %.

3. Kemarin atau saat Jumat waktu perdagangan setempat, crude oil di tutup naik kembali ke level 45 atau naik 6 % hari itu. Nah ini akan membangkitkan saham saham yang ada hubungannya dengan minyak di indonesia, salah satunya Elnusa.

Yuk..kita tengok chart Oil dan El nusa..oh iya masih banyak lho saham saham yang berhubungan dengan naik turunnya minyak dunia. antara lain LEAD, WINS, dan saham saham itu semua sedang tertekan alias berada di bawah semua. Kita lihat senin besok..seperti apa pergerakan saham saham ini . Aku sendiri membeli Elnusa dan sudah Profit taking 20 %  dan membeli kembali saat sore hari ketika harga melemah di sore hari.



Kamis, 20 Agustus 2015

Curt Degermen Pemulung Yang Sukses Berinvestasi Saham

Seorang gelandangan yang tinggal di harga murah mengumpulkan kaleng-kaleng dan makan sisa dari tempat sampah meninggalkan £ 1m atau setara 13,8 miyard ketika ia meninggal.

Curt Degerman - dijuluki 'Tin-Can-Curt' - melakukan investasi di pasar saham dengan membeli saham sedikit demi sedikit. Dia dikatakan telah memimpin gaya hidup hemat di antara mengumpulkan kaleng dan botol dari tempat sampah di kota pesisir Swedia. Dia pergi ke perpustakaan setiap hari, mengikuti berita ekonomi, perusahaan perusahaan yang tercatat di pasar saham. Ketika meninggal ia memiliki portofolio saham lebih dari £ 700.000. Selain itu, ia telah membeli 124 batang emas senilai £ 250.000, yang dimiliki rumah sendiri dan memiliki lebih dari £ 4.000 dalam rekening bank. Ada lebih dari £ 270 uang receh ditemukan di dalam rumahnya.

Sumber : http://news.sky.com/story/769161/tin-can-tramp-was-stocks-genius-with-fortune

Minggu, 08 Februari 2015

Perbedaan Pandangan Antara Mazhab Fundamentalis dan Teknikalis

Warren Buffet pernah mengatakan dasar untuk membeli saham adalah " BISNIS " perusahaannya. Sedangkan para kaum teknikal dasar membeli saham adalah " Chart ". Warren mengkritik " HAMPIR TIDAK MENEMUKAN APA APA KETIKA SEBUAH GRAFIK DI BALIK SEKALIPUN ".

Nah..untuk menggambarkan apa yang di katakan Om Warren itu aku tampilkan grafik TERBALIK dari pergerakan harga KOMIDITI OIL...


Apa yang bisa kita lihat dari gambar di atas ?  Jadi apa kesimpulannya ??

1. Alat analisis memberikan Informasi dan sekaligus PANDUAN apa yang HARUS di lakukan oleh Investor. Ingat..Teknikalis HARUS PERCAYA BAHWA APA YANG TERDAPAT DI GRAFIK MEMBERIKAN SEMUA INFORMASI YANG TIDAK KITA KETAHUI. Apa jadinya jika investor teknikalis tidak di siplin untuk menjual atau membeli saat informasi yang di yakini itu telah terjadi. ? bisa kerugian yang semakin dalam atau kehilangan kesempatan. 

Sedangkan para fundamentalis dia tetap akan bertahan memiliki perusahaan meskipun harga saham telah terjadi breakdown. 

Ada kritik dari TEKNIKALIS AHLI terhadap faham dan metode fundamentalis yang mengatakan bahwa FUNDAMENTALIS ADALAH ORANG ORANG YANG SEDANG BERTARUH, BAHKAN DIA MENGATAKAN FUNDAMENTALIS ADALAH GAMBLER SEJATI. 

Para teknikal yang mengatakan seperti itu tentu ada alasannya..alasannya konon bahwa " Kita tidak tau apa yang akan terjadi di masa yang akan datang " . teknikal meyakini bahwa sesuatu bisa berubah dan meyakini adanya siklus. Kalo di lihat dari aspek manajemen resiko jelas para teknikalis yang ahli lebih anti resiko di banding fundamentalis. bahkan George Soros LEBIH ANTI RESIKO DI BANDING warren buffet. yang jelas Faham Fundamentalis mempunyai strategi dan gaya yang berbeda jika di bandingkan para teknikalis. bisa jadi apa yang menurut teknikalis lebih menghindari saham sebaliknya fundametalis justru akan membelinya. perbedaan Fundamentalis dan Tekhnikalis bagaikan SIANG DAN MALAM. tak akan selesai jika di perdebatkan siapa yang benar dan siapa yang salah. Warren bilang membeli saham berdasar grafik tidak memberikan apa apa alias " Nothing ". Sebaliknya teknikalis membeli saham harus berdasar PANDUAN GRAFIK. 

yang jelas Teknikalis menggunakan data masa lalu, tapi YANG MENARIK DI TEKNIKALIS ADALAH ADA PENDEKATAN PSIKOLOGIS itulah yang kemudian menghasilkan SUPPORT DAN RESISTENCE. Teknikalis sangat percaya bahwa Perdagangan komiditi atau derivatif SANGAT DI PENGARUHI SUASANA PSIKOLOGIS MANUSIA. Mereka percaya Manusia SELALU PUNYA PERASAAN TAKUT DAN RAKUS. dan yang tak kalah pentingngya adalah manusia SELALU MENGINGAT KEJADIAN BURUK DAN MANIS YANG DI LALUINYA.   Karena sifat manusia PUNYA  KECENDERUNGAN MENGULANG maka terbentuklah " patern " yang UNIK..sehingga bisa dikatakan membentuk SEBUAH POLA. Nah..dalam pola itulah cermin sifat manusia RAGU RAGU, TAKUT, GAGAL, bisa TERLIHAT. 

Pernahkah kita HAPAL dengan lubang lubang jalan menuju tempat tertentu ?  begitulah kira kira prinsip kerja perdagangan di PASAR derivatif  ( termasuk saham dan komoditi ). 







Jumat, 02 Januari 2015

Hasil Window Dressing akhir tahun 2014

Kemarin IHSG di make up naik tinggi di 5.226 padahal indeks yang sedang berjalan akhir perdagangan di 5.200 an, so hari ini awal perdagangan tahun 2015 hari jumat pasar biasanya akan menyesuikan kembali ke perdagangan wajar di 5.200 kembali artinya IHSG akan merah sebesar 26 point.

Saham saham yang di make up hanya 4 yaitu GGRM, KPIG naik 10 %, MEDC naik 10 %, BUMI naik 5 %, BRMS naik 10 %. Kali ini aku akan membidik saham BRMS

Seperti yang sudah pernah aku posting sebelumnya BRMS SEDANG MENCOBA UP TREND. setiap kali dia turun sorenya selalu di tarik ke atas, dan puncaknya di akhir tahun 2014 saham BRMS sedang berjalan di kisaran 280, maka hari ini dia akan turun ke 280

kemarin aku sempat memasang SELL BRMS di 310 karena di tarik maka done di 315.